Breaking News

Gaji Setara UMP dan Mau Beli Rumah Subsidi? Ini Tipsnya Biar Tetap Kaya

Kabar baik nih, Upah Minimum Provinsi alias UMP Jakarta pada tahun 2019 bakal naik jadi Rp 3.940.973. Kira-kira buat kamu yang bergaji setara dengan UMP apakah itu artinya bisa membeli rumah dengan cepat?

Besaran UMP Jakarta 2019 sudah ditetapkan secara resmi lewat Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 114 tahun 2018. Pelaksana harian (Plh) Gubernur DKI Jakarta Saefullah sudah mengumumkan informasi ini di Balai Kota.

Bisa dibilang, jumlah ini naik 8,03 persen dari UMP sebelumnya yang berjumlah Rp 3.648.035.

Kalau dipikir-pikir untuk nabung beli rumah tentu saja masih terasa berat dengan gaji segitu. Tapi berhubung ada KPR dan rumah subsidi, impian itu bisa terealisasi kok walaupun masa terberatnya adalah pada saat kamu harus mengumpulkan dana untuk membayar DP.

Anggap saja, kamu naksir rumah subsidi di Cileungsi yang harganyanya Rp 148,5 juta. Dan kamu berniat mengambil KPR Subsidi di BTN dengan tenor 20 tahun. Maka berikut perhitungannya:

Tertera bahwa jika uang mukanya 5 persen, kamu bakal keluar duit  Rp 7.425.000. Sementara itu akan ada biaya lain-lain berjumlah Rp 1,7 juta (biaya bank), Rp 2,8 juta (biaya notaris). Angka itu masih ditambah dengan pembayaran angsuran pertama sebesar Rp 1,1 juta. Jadi, total pembayaran awalnya sekitar Rp 13 jutaan.

Namun cicilannya yang berjumlah Rp 1.175.625 masih terbilang ideal untuk yang bergaji Rp 3,9 juta. Karena jumlah tersebut tidak melebihi 30 persen penghasilan.

Mau tahu cara cepat ngumpulin DP dengan gaji setara dengan UMP Jakarta 2019 tapi bisa tetap gaul dan investasi? Berikut ulasan lengkapnya.

Infografis gaji UMP untuk beli rumah subsidi.

1. Nabung DP rumah sebulan Rp 1 juta

Anggap saja, ini adalah bulan pertama kamu bekerja di perusahaan yang menggajimu sesuai dengan UMP Jakarta yaitu Rp 3,9 juta. Lagi pula, untuk bisa mendapat persetujuan KPR dari bank, seorang pegawai harus bekerja setidaknya satu tahun dulu di perusahaan terkait.

Usai menerima gaji, sisihkan langsung Rp 1 juta untuk mengumpulkan DP rumah yang sebesar Rp 13 juta itu. Gak apa-apa kok untuk menyisihkan dana sebesar itu, toh itu cuma 26 persen dari gajimu.

Kamu juga harus ingat, walaupun rumah yang kamu buru adalah rumah subsidi yang harganya murah, gak ada jaminan juga harga rumah itu bakal tetap sama. Dan salah besar jika kamu mencoba menabung dari duit sisa pengeluaran, percaya deh ujung-ujungnya duit habis duluan.

2. Manfaatkan 50 persen penghasilan untuk kebutuhan pokok

Manfaatkan 50 persen penghasilan untuk kebutuhan pokok.

Bagaimana cara mengalokasikan dana untuk kebutuhan pribadimu? Sebut saja buat makan, beli pulsa, bayar internet, transportasi, dan sebagainya?

Kalau dipikir-pikir, 50 persen dari Rp 3,9 juta adalah Rp 1,9 juta. Cukup dong tentunya buat bayar biaya hidup.

Dan dari uang Rp 1,9 juta itu bukan berarti harus dipakai semua ya. Kamu tentunya bisa lebih berhemat, sebut saja seperti menggunakan kuota internet yang lebih murah, masak sendiri demi menekan pengeluaran, atau berjalan kaki untuk jarak 200 meter biar gak perlu naik angkot.

Jika memang Rp 1 juta dialokasikan buat nabung DP rumah dan Rp 1,9 juta untuk biaya hidup, itu tandanya masih ada sisa Rp 900 ribuan bukan? Nah buat apa duit sisa tersebut? Mari simak poin selanjutnya.

3. Sisa uang gak sampai Rp 1 juta buat apa?

a. Beli saham tiap bulan dengan bujet Rp 300 ribu

Kamu bergaji setara UMP Jakarta? Jangan nabung dari gaji doang. Percuma, kamu gak bakalan jadi kaya. Investasikan saja uang itu di pasar modal dengan cara beli saham.

Alokasikan Rp 300 ribu untuk membeli beberapa lembar saham secara rutin perbulan. Atau jika mau aman, beli saja satu lot saham Blue Chip yang per lembarnya ada di harga Rp 2 ribu atau Rp 3 ribuan, saham Bank BRI contohnya atau BTN yang jadi bank tujuanmu untuk KPR. Saham perusahaan konsumer juga boleh kok asal sesuai dengan bujet.

Mengapa beli saham? Bukannya itu berisiko?

Di usia yang masih produktif, memilih investasi tinggi risiko dengan imbal hasil yang tinggi adalah pilihan yang tepat. Kamu masih punya pekerjaan tetap gitu lho, seandainya ada kerugian, kamu masih tetap punya uang dari penghasilanmu. Dan berinvestasi di pasar modal bisa dimulai dengan uang berapapun, Rp 50 ribu aja bisa.

Namun, ada baiknya untuk mengetahui waktu-waktu yang tepat dalam membeli saham tertentu. Belilah ketika harganya turun secara rutin perbulan.

Dalam satu tahun, investasi yang kamu lakukan secara rutin itu bisa membukukan keuntungan yang fantastis. Gak menutup kemungkinan bisa 16 sampai 20 persen lho. Jadi, tanpa menunggu satu tahun, kamu sudah bisa dp rumah subsidi tersebut karena uang Rp 1 juta yang dikumpulkan dan returns dari investasi saham.

b. Silahkan alokasikan Rp 600 ribu untuk senang-senang dan dana darurat

Nah masih ada sisa Rp 600 ribu nih, kira-kira buat apa ya? Buat nonton, ngopi cantik, belanja-belanja atau beli barang hobi juga boleh-boleh saja asalkan masih pada bujetnya.

Atau kalau dalam sebulan kamu bisa puasa senang-senang juga gak masalah kok. Malah cadangan dana daruratmu bisa lebih besar dari semestinya. Keuanganmu bisa lebih terjaga.

Tujuan adanya dana darurat adalah agar kamu gak pusing sendiri saat dihadapkan dengan situasi mendesak yang mengharuskan mengeluarkan bujet di luar dugaan. Jadi, ada dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain bisa disimpan dalam bentuk tabungan, kamu juga bisa menyimpan dana ini di emas atau reksadana pasar uang. Dua instrumen itu malah bisa memberikan returns yang signifikan. Tapi bukan berarti sah-sah saja di rekeningmu gak ada uang ya.

Itulah cara mengumpulkan dp rumah dengan cepat buat mereka yang bergaji setara dengan UMP DKI. Pokoknya, dijamin cara ini gak bakal bikin kamu sengsara di kemudian hari.

Selain itu, ingat juga bahwa seiring dengan berjalannya waktu, KPR Subsidi bunga flat. Itu artinya cicilanmu gak akan berubah seperti halnya rumah konvensional pada umumnya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Tidak ada komentar