Breaking News

Pesawat Rusia Dikabarkan Bawa 20 Ton Emas Venezuela di Tengah Krisis Ekonomi

Seorang politisi Venezuela menyebut sebuah pesawat asal Rusia yang membawa sekitar 20 ton emas dari brankas negara di Caracas. Spekulasi ini menimbulkan polemik karena diketahui Venezuela kini tengah dilanda keadaan krisis ekonomi.



Dikutip dari Bloomberg, warga-warga Venezuela marah, dan si politisi itu diminta untuk membuktikannya.

Politisi bernama Jose Guerra merupakan seorang oposisi yang menentang pemerintahan Presiden Maduro. Tapi Guerra gak bisa membuktikannya tuduhan emas yang menghilang tersebut.
Ia dulu merupakan mantan ekonom di bank sentral Venezuela yang mengaku masih memiliki kedekatan dengan mantan rekan-rekannya. Sehingga informasi tersebut dia dapatkan dari rekan-rekannya itu.

Kabar miring ini memicu gonjang-ganjing di dalam negara yang saat ini tengah dilanda krisis ekonomi. Selain itu, Venezuela diakui saat ini hanya mengandalkan utang yang banyak dari Rusia dan Cina. Kalau memang Venezuela langganan utang ke Rusia, maka spekulasi yang dikeluarkan oleh Guerra sangat mungkin bisa saja terjadi.

Baca juga: Punya Mata Panda? Ini Rekomendasi Eye Cream Murah Terbaik yang Bisa Dipilih

Misteri kaburnya 20 ton emas senilai US$ 840 juta


Jose Guerra (BBC).

Dikutip dari Express.co.uk, Guerra menyebutkan “Saya menyatakan bahwa Bank Sentral Venezuela diberdayakan untuk melakukan operasi dengan emas: jual, janji atau tukar. Tetapi negara memiliki hak untuk mengetahui jenis transaksi apa itu untuk menilai apakah itu cocok untuk negara tersebut,”
Guerra pun menyebut pesawat yang mengangkut 20 ton emas itu adalah pesawat Boeing 777 milik maskapai Rusia Nordwind Airlines. Meski demikian ia juga gak mampu mengungkap secara detail kemana pesawat itu pergi.

20 ton emas yang berada di Bank Sentral Venezuela itu diklaim bernilai US$ 840 juta atau sekitar Rp 11 triliunan. Total emas itu setara dengan 20 persen logam mulia milik Venezuela.
Baca juga: 6 Bedak Tabur Murah yang Cocok Untuk Kantong Mahasiswa, Bikin Kamu Makin Cantik

Berdasarkan sumber dari Bloomberg, dilacak dari radar penerbangan, pesawat Nordwind Airlines memang mendarat di bandara Internasional dekat Caracas, Ibu Kota Venezuela tepatnya di Simon Bolivar Airport. Tapi, pihak maskapai gak mau berkomentar tentang tujuan pesawat mendarat di sana.

Sementara pihak pemerintah, mulai dari Menteri Ekonomi hingga Menteri Luar Negeri Venezuela membantah adanya pesawat Rusia yang mendarat. Jadi hingga kini belum tahu apakah ini kabar benar-benar terjadi, atau hanya gonjang-ganjing di tengah krisis ekonomi Venezuela.

Krisis ekonomi


Nicolas Maduro (Bloomberg).

Venezuela termasuk negara kaya minyak. Pendapatan negara terbesar sekitar lebih dari 90 persen pendapatan didapat dari ekspor minyak. Hingga penjualan minyak melambung tinggi, pemerintahan Hugo Chavez berani jor-joran untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Tapi ketika harga minyak turun drastis di tahun 2014, mereka terpaksa harus memotong sejumlah program buat menalangi program-program kesejahteraan rakyat. Alhasil krisis ekonomi terjadi dan inflasi melanda negara ini.

Gak tanggung-tanggung Venezuela bahkan telah mencapai hiperinflasi. Dikutip dari BBC, inflasi yang melanda Venezuela pada Juli 2018 mencapai 83.000 persen. Jadi gak heran deh kalau harga tisu toilet bisa mencapai 2,6 juta bolivar.

Krisis politik


Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Shutterstock)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Shutterstock)

Krisis ekonomi ini menuntun pada terjadinya krisis politik. Sebagian besar masyarakat yang udah gerah minta Presiden Maduro turun. Akibatnya terjadi kekacauan di pusat kota Caracas. Unjuk rasa besar-besaran pun dilakukan pada 23 Januari 2019 lalu. Tapi gak lama, aksi unjuk rasa berakhir dengan bentrokan dengan aparat.

Kekacauan ini dimanfaatkan oleh tokoh oposisi Juan Guaido yang menyatakan memimpin sementara Venezuela.

Kekacauan ini pun semakin menjadi ketika pihak luar mulai ikut campur. Negara besar seperti Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Argentina, Kolombia, dan beberapa negara Uni Eropa mendesak untuk pemilihan ulang dan menyatakan dukungan ke Guaido. Sementara Cina dan Rusia merupakan sekutu setia dari Presiden Maduro.

Nah itu, tadi, jadi kalau disangkut pautkan antara krisis ekonomi, politik dan misteri 20 ton emas itu, mungkin saja bisa terjadi.
Baca juga: Belajar Kesuksesan Berbisnis dari Sosok Rika Hardjosuwarno, Pemilik Kembang Kencur

Mengingat saat ini pemerintahan Venezuela masih dipegang oleh Maduro dan dia memiliki kendali untuk menjalankan pemerintahan ataupun sekedar mengirimkan 20 ton emas menggunakan pesawat maskapai Rusia.

Tapi yang namanya lagi krisis ekonomi, gak etis juga kalau dia malah menyebar emas ke negara sekutu, padahal rakyatnya lebih membutuhkan saat ini. 

Tidak ada komentar